Di Rumah Quran ini, para santri yatim dan dhuafa masih harus berebut Al-Quran usang yang sudah robek setiap harinya. Mereka rela mengantri menunggu giliran karena sebagian ayat yang mereka baca sudah terpotong.
Sejak awal berdiri hingga sekarang Rumah Qur’an ini belum pernah mengganti Al-Quran mereka. Selain itu, fasilitas belajar seperti kursi dan papan tulis pun masih sangat minim. Meski begitu, semangat para santri untuk menjadi hafidz tidak pernah padam, walaupun mereka belajar di tempat yang sederhana dengan Al-Quran yang sudah tidak layak.
Pak Rinto, pendiri Rumah Quran ini, dengan ikhlas mengajarkan anak-anak yatim dan dhuafa mengaji tanpa biaya sepeser pun. Ia juga membimbing warga sekitar untuk belajar ilmu agama agar keberkahan Islam semakin menyebar.
#TemanBaik, di bulan yang penuh berkah ini, mari kita bantu para santri yatim dan dhuafa memiliki Al-Quran baru yang layak. InsyaAllah, setiap huruf yang mereka baca akan menjadi pahala jariyah bagi kita semua.
✨ Yuk, raih keberkahan dengan berbagi! Berbagi tidak akan membuatmu miskin, justru menjadi jalan menuju kebahagiaan. #BahagiaBersama
Belum ada kabar terbaru dari penggalang dana.